BANGRIER & PROPESI PGRI KABUPATEN KARAWANG

Minggu, 18 September 2011

Penempatan suatu Jabatan PNS Daerah Balas jasa PILKADA/Team Sukses


Jenjang Karier PNS di Daerah Masih Amburadul

Diposkan oleh PELITA KARAWANG ON LINE
ILUSTRASI
PELITAKARAWANG.COM-.JAKARTA - Jenjang karir PNS daerah dinilai masih amburadul. Akibatnya, seorang PNS yang sudah terlatih tidak bisa menerapkan keahliannya karena bidang kerjanya berbeda.

Penilaian itu disampaikan Sekretaris Utama BKN Edy Sujitno  Minggu (18/9). "Sistem penjenjangan karir PNS daerah kacau sekali. BKN jadi sulit untuk melakukan pendataan pegawai karena petugasnya ganti terus sehingga tidak mengerti dengan apa yang diinginkan pusat," kata Edy.

Dia mencontohkan, untuk memudahkan pendataan pegawai maka BKN melatih seorang PNS untuk menjadi seorang analis kepegawaian. Namun ketika sudah pintar dan dikembalikan ke daerah, pegawai yang dilatih itu malah dipindah. Padahal untuk mendidik satu pegawai menjadi seorang analis butuh anggaran yang cukup besar.

"Ini yang menjadi kendala bagi pusat. Sengaja kita didik PNSnya agar bisa memudahkan pusat dalam meminta data kepegawaian di daerah. Tapi di daerah tidak mendukung program ini," katanya menyesalkan.

Dia ikut mengkritisi program rotasi maupun mutasi pegawai di daerah yang hanya dalam hitungan bulan. Alhasil, di daerah sulit ditemukan PNS yang punya keahlian tertentu.

"Kita mengharapkan daerah bersinergi dengan pusat. Jangan seenaknya melakukan rolling pegawai tanpa mempertimbangkan keahlian serta jenjang karir pegawai bersangkutan. Ke depan, ini akan kita ubah. Yang sudah ahli tidak bisa dipindah ke tempat lain agar jenjang karirnya jelas," pungkasnya.(Esy/jpnn).(www.pelitakarawang.com)

SURAT TERBUKA UNTUK "PARA PEJABAT DI KARAWANG"

TERBUKA UNTUK "PARA PEJABAT DI KARAWANG" 

KARAWANG.Hari Jadi Karawang ke-378 M sudah berlangsung dengan lancar.hampir semua orang di kota Karawang (bisa baca,“alabatan Protap saja,eta mancing  bareng pejabat sareng  apa betul banyak ikan nu tebar dengan  dananya cocok)” merayakan hari kemenangan dengan penuh suka cita. Hanya saja di tengah kegembiraan itu,Terasakah atau terlihatkah potret nyata kemiskinan yang ada di sekitar kita.jika di amati di lapangan, kemiskinan menampakkan dirinya di saat “Hari Jadi Karawang “berlangsung.

Mereka mencoba untuk ikut  menikmati kebahagiaan  "para pejabat dan anggota dewan serta undangan  yang duduk manis di dalam gedung DPRD Karawang.Ingatkah "Para pejabat"  atau "para anggota dewan" yang sedang bahagia,berapa jumlah kaum dhuafa di kabupaten Karawang?berapa orang yang masih menenteng izasah cari kerja dan kebanyakan tertolak tanpa alasan jelas?.

Pada setiap kekayaan yang dimiliki kaum Muslimin, terdapat 2,5 persen haknya anak yatim-piatu. Itu di luar zakat fitrah yang harus dibayarkan menjelang Salat Idul Fitri maupun sedekah yang hendak diberikan,sudah tepatkah pemberian zakat infak /shodaqoh di Karawang?

Kalau benar potensi zakat yang ada sebesar itu di lihat dari jumlah penduduk Karawang yang berada,termasuk para pejabat,anggota dewan dan dermawan,kalau kita bisa mengelolanya secara benar,seharusnya bisa kita pakai untuk meningkatkan derajat mereka yang masih hidup dalam kemiskinan  dan linangan air mata.Kita harus berani mengatakan bahwa kemiskinan masihlah besar jumlahnya di tengah masyarakat kita. Itu terutama bisa kita rasakan pada saat Idul Fitri sekarang ini. Begitu banyak orang yang mengharapkan pembagian zakat termasuk zakat mal.Setiap kali ada pembagian zakat, kita selalu melihat sesuatu yang mengenaskan.kaum duafa saling berebut untuk mendapatkan pembagian zakat. Mereka saling dorong dan injak untuk mendapat pembagian uang Rp 10.000 atau Rp 20.000-an.

Sungguh merupakan cermin yang pantas membuat kita merasa sedih sebagai masyarakat utama para  pejabat yang terhormat di  Karawang.

Atas dasar itu kita memang harus bergegas memperbaiki diri.Kita jangan terlalu cepat berpuas diri bahwa pembangunan sudah berhasil meningkatkan pendapatan perkapita di Karawang atau UMR yang cukup di Karawang?tapi siapa sebenarnya yang menikmati UMR di Karawang,apakah orang-orang Karawang total?tidak semuanya bahkan masih banyak sarjana yang masih tertidur pulas di rumahnya karena tidak ada lahan berekpresi diri dengan keahliannya. Memang kita melihat adanya peningkatan kelas menengah yang cukup signifikan. Namun masih masyarakat  yang hidup di bawah  garis kemiskinan juga masih banyak.

Itulah yang membuat kita harus bekerja keras. Kita bukan tidak boleh bergembira atas keberhasilan yang sudah dicapai. Namun kita harus lebih peduli kepada saudara-saudara kita yang masih hidup dalam kemiskinan.mungkin di antara mereka,saudara kita  harus sampai meninggal untuk mendapatkan sesuap nasi,dan itu jangan di jawab mustahil terjadi, silakan tidak turun kebawah.

Tugas pertama tentunya ada di tangan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan yang masih ada. Pemerintah harus memacu anggaran pembangunan agar lebih efektif menyentuh masyarakat banyak,dengan anggaran itu, pemerintah harus memacu masyarakat untuk tidak hanya menengadahkan tangan, tetapi mau menyingsingkan lengan baju,tidak di pungkiri ,ada dari warga masyarakat Karawang yang sekarang ini terjangkit penyakit malas. Itu bisa disebabkan karena terlalu mudahnya untuk meminta-minta atau karena memang terbatasnya lapangan kerja atau takut di ungkapnya kasus-kasus di Karawang, sehingga mereka harus menjadi pengemis.


INILAH FAKTA NYATA LAPANGAN

Kita tidak bisa membiarkan mereka terus menjadi masyarakat pemalas.Kita harus mendidik mereka untuk menjadi pekerja keras. Karena itu jangan biarkan program belas kasihan seperti bantuan langsung tunai,kepada “mereka premanisme bergaya propesional dengan propesinya” terus dijalankan, tetapi dorong program pemberian kail seperti mengajak masyarakat terlibat dalam program pembangunan infrastruktur atau mengajak mereka berusaha sesuai keterampilan mereka misal PNPM Mandiri pedesan /perkotaan.


Pada tingkat masyarakat, kita harus mampu mengefektifkan pemanfaatan penggunaan zakat atau kegiatan-kegiatan sosial lainnya. kita bisa libatkan entrepreneur sosial untuk menggerakkan masyarakat agar menjadi masyarakat yang produktif,Kita memiliki cukup banyak enterpreneur sosial. mereka selama ini sudah bekerja untuk memberdayakan masyarakat. mereka hidup di tengah realitas masyarakat dan memberi kontribusi positif untuk membentuk masyarakat yang lebih produktif.

Idul Fitri mengajarkan kita berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan.kita melihat banyak energi positif yang ada di tengah masyarakat kita.hanya saja kita merasakan juga adanya energi negatif di tengah masyarakat akibat oknum-oknummodren.

Tugas kita bersama,bagaimana mendorong energi positif itu untuk lebih kuat daripada energi yang negatif. Hanya dengan itulah maka kita akan bisa memperbaiki kehidupan masyarakat Karawang yang masih di bawah garis kemiskinan.Selamat Hari Jadi Karawang ke378.Semoga Kabupaten Karawang terus berjaya dan bisa mensejahterakan masyarakatnya.(aa)/sumber: PELITA KARAWANG.

Lepas Mengajar ,Saya jadi Tukang Bas

Rosidin ,S.Pd.
KARAWANG.Judul di atas adalah ucapan salah satu guru di kabupaten Karawang yang di temui PELITAKARAWANG tiga hari yang lalu di salah satu tempat,dimana dia bekerja sebagai tukang bas (tukang membuat rumah) atau selepas dia dinas mengajar.

Dia adalah Rosidin S.Pd,seorang  guru asal kecamatan Pedes dan mengabdikan diri di SDN Sungai Buntu Satu

Pekerjaan ngebas saya lakukan setelah jam mengajar di sekolah tuntas,Insya Allah semua yang saya lakukan tidak akan mengganggu tugas,hak dan kewajibaan saya sebagai PNS guru.

Karena,sambung dia,"Pekerjaan yang saya lakukan hanya sifatnya sambilan dan hanya mengisi waktu-waktu kosong diluar kegiatan sekolah misal KKG Bermutu,dan lain-lain yang mengikat kedinasan keguruan".

Apa alasan bapak atau mengapa bisa ngebas?,tanya PELITAKARAWANG.COM.

Sudah menjadi rahasia umum mungkin dan sejujurnya, saya mengejar target dapur yang sifatnya perlu di bantu dari hasil kerja atau gaji selama ini,di sisi lain memang ini status awal saya sebelum jadi PNS, masih ada saja yang suka bertanya masyarakat,Apakah masih luang untuk ngebas?,ya apa boleh buat , selagi ada orang yang masih percaya hasil kerja saya ngebas dan memang sikon, pak,terang Rosidin sambil mengukur bahan akan pekerjaaanya. Sumber: www.pelitakarawang.com