BANGRIER & PROPESI PGRI KABUPATEN KARAWANG

Tampilkan postingan dengan label BERITA MEDIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA MEDIA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 September 2011

SURAT TERBUKA UNTUK "PARA PEJABAT DI KARAWANG"

TERBUKA UNTUK "PARA PEJABAT DI KARAWANG" 

KARAWANG.Hari Jadi Karawang ke-378 M sudah berlangsung dengan lancar.hampir semua orang di kota Karawang (bisa baca,“alabatan Protap saja,eta mancing  bareng pejabat sareng  apa betul banyak ikan nu tebar dengan  dananya cocok)” merayakan hari kemenangan dengan penuh suka cita. Hanya saja di tengah kegembiraan itu,Terasakah atau terlihatkah potret nyata kemiskinan yang ada di sekitar kita.jika di amati di lapangan, kemiskinan menampakkan dirinya di saat “Hari Jadi Karawang “berlangsung.

Mereka mencoba untuk ikut  menikmati kebahagiaan  "para pejabat dan anggota dewan serta undangan  yang duduk manis di dalam gedung DPRD Karawang.Ingatkah "Para pejabat"  atau "para anggota dewan" yang sedang bahagia,berapa jumlah kaum dhuafa di kabupaten Karawang?berapa orang yang masih menenteng izasah cari kerja dan kebanyakan tertolak tanpa alasan jelas?.

Pada setiap kekayaan yang dimiliki kaum Muslimin, terdapat 2,5 persen haknya anak yatim-piatu. Itu di luar zakat fitrah yang harus dibayarkan menjelang Salat Idul Fitri maupun sedekah yang hendak diberikan,sudah tepatkah pemberian zakat infak /shodaqoh di Karawang?

Kalau benar potensi zakat yang ada sebesar itu di lihat dari jumlah penduduk Karawang yang berada,termasuk para pejabat,anggota dewan dan dermawan,kalau kita bisa mengelolanya secara benar,seharusnya bisa kita pakai untuk meningkatkan derajat mereka yang masih hidup dalam kemiskinan  dan linangan air mata.Kita harus berani mengatakan bahwa kemiskinan masihlah besar jumlahnya di tengah masyarakat kita. Itu terutama bisa kita rasakan pada saat Idul Fitri sekarang ini. Begitu banyak orang yang mengharapkan pembagian zakat termasuk zakat mal.Setiap kali ada pembagian zakat, kita selalu melihat sesuatu yang mengenaskan.kaum duafa saling berebut untuk mendapatkan pembagian zakat. Mereka saling dorong dan injak untuk mendapat pembagian uang Rp 10.000 atau Rp 20.000-an.

Sungguh merupakan cermin yang pantas membuat kita merasa sedih sebagai masyarakat utama para  pejabat yang terhormat di  Karawang.

Atas dasar itu kita memang harus bergegas memperbaiki diri.Kita jangan terlalu cepat berpuas diri bahwa pembangunan sudah berhasil meningkatkan pendapatan perkapita di Karawang atau UMR yang cukup di Karawang?tapi siapa sebenarnya yang menikmati UMR di Karawang,apakah orang-orang Karawang total?tidak semuanya bahkan masih banyak sarjana yang masih tertidur pulas di rumahnya karena tidak ada lahan berekpresi diri dengan keahliannya. Memang kita melihat adanya peningkatan kelas menengah yang cukup signifikan. Namun masih masyarakat  yang hidup di bawah  garis kemiskinan juga masih banyak.

Itulah yang membuat kita harus bekerja keras. Kita bukan tidak boleh bergembira atas keberhasilan yang sudah dicapai. Namun kita harus lebih peduli kepada saudara-saudara kita yang masih hidup dalam kemiskinan.mungkin di antara mereka,saudara kita  harus sampai meninggal untuk mendapatkan sesuap nasi,dan itu jangan di jawab mustahil terjadi, silakan tidak turun kebawah.

Tugas pertama tentunya ada di tangan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan yang masih ada. Pemerintah harus memacu anggaran pembangunan agar lebih efektif menyentuh masyarakat banyak,dengan anggaran itu, pemerintah harus memacu masyarakat untuk tidak hanya menengadahkan tangan, tetapi mau menyingsingkan lengan baju,tidak di pungkiri ,ada dari warga masyarakat Karawang yang sekarang ini terjangkit penyakit malas. Itu bisa disebabkan karena terlalu mudahnya untuk meminta-minta atau karena memang terbatasnya lapangan kerja atau takut di ungkapnya kasus-kasus di Karawang, sehingga mereka harus menjadi pengemis.


INILAH FAKTA NYATA LAPANGAN

Kita tidak bisa membiarkan mereka terus menjadi masyarakat pemalas.Kita harus mendidik mereka untuk menjadi pekerja keras. Karena itu jangan biarkan program belas kasihan seperti bantuan langsung tunai,kepada “mereka premanisme bergaya propesional dengan propesinya” terus dijalankan, tetapi dorong program pemberian kail seperti mengajak masyarakat terlibat dalam program pembangunan infrastruktur atau mengajak mereka berusaha sesuai keterampilan mereka misal PNPM Mandiri pedesan /perkotaan.


Pada tingkat masyarakat, kita harus mampu mengefektifkan pemanfaatan penggunaan zakat atau kegiatan-kegiatan sosial lainnya. kita bisa libatkan entrepreneur sosial untuk menggerakkan masyarakat agar menjadi masyarakat yang produktif,Kita memiliki cukup banyak enterpreneur sosial. mereka selama ini sudah bekerja untuk memberdayakan masyarakat. mereka hidup di tengah realitas masyarakat dan memberi kontribusi positif untuk membentuk masyarakat yang lebih produktif.

Idul Fitri mengajarkan kita berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan.kita melihat banyak energi positif yang ada di tengah masyarakat kita.hanya saja kita merasakan juga adanya energi negatif di tengah masyarakat akibat oknum-oknummodren.

Tugas kita bersama,bagaimana mendorong energi positif itu untuk lebih kuat daripada energi yang negatif. Hanya dengan itulah maka kita akan bisa memperbaiki kehidupan masyarakat Karawang yang masih di bawah garis kemiskinan.Selamat Hari Jadi Karawang ke378.Semoga Kabupaten Karawang terus berjaya dan bisa mensejahterakan masyarakatnya.(aa)/sumber: PELITA KARAWANG.

Al- Qur’an Sebagai Sumber Pokok Pendidikan Islam

Oleh : Sri Sumirat  : Pengurus Majelis Taklim Anur RDB "Rumah Dinas Bupati" Karawang 


KARAWANG.Al-Qur’an adalah merupakan Wahyu Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW, dimana isinya tidak diragukan lagi dan sebagai petunjuk, pedoman, bagi umat islam yang meliputi seluruh aspek kehidupan, dan sekaligus sebagai dasar pendidikan umat islam disamping  Sunah Rossullulloh SAW, sebagai Firman Allah dalam Al-Qur’an  :  Dan kami  tidak menurunkan kepadamu al kitab ( Al-Qur’an ) melainkan agar kamu bias menjelaskan kepada mereka perselisih itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman ( QS, An-Nahl  64 )


“ Ini adalah sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka mereka memperlihatkan ayat ayat Nya dan supaya      mendapatkan pelajaran orang orang yang mempuyai pikiran ( QS, SHAD 29 ).

Pada hekatnya AL-Qur’an merupakan perbendaharaan yang besar untuk kebudayaan manusia, terutama bidang kerohanian, ia pada umumnya adalah merupakan kitab Pendidikan Kemasyarakatan, moral (ahlak ) dan spiritual ( Kerohanian )

Kita sebagai umat yang beriman sudah barang tentu untuk lebih memperdalam mempelajari isi kandungan Qur’an , karena dengan mempelajari apa yang terkandung didalam Al-Qur’an akan lebih mengetahui isi dan maksud dari pada Al Qur’an yang akan selanjutnya akan dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari hari sebagai bekal hidup di hari nanti.

Al Qur’an yang merupakan lukisan atau gambaran fitrah manusia dan Rasulullah merupakan idealisasi dari ftrah manusia seperti yang tertulis dalam hadis bahwa ahlak Muhammad adalah al qur’an , maka agar al – qur’an itu bias menjadikan petunjuk perlu dipelajari isi yang terkandung dalam al qur’an melalui belajar membaca / mengaji Al Qur’an di mulai dari diri pribadi, keluarga dan tetangga, rekan kerja serta saudara se agama.

Adapun maksud dari pendidikan dan pengajaran bukanlah memenuhi otak dengan segala ilmu  yang belum diketahui tetapi menanamkan rasa fadilah membiasakan dan mempersiapkan untuk suatu kehidupan yang sucisluruhnya iklas dan jujur maka tujuan pokok dari pembelajaraan / pendidikan Islam ialah mendidik budi pekerti dan pendidikan jiwa.

Ruang lingkup pendidikan didalam pandangan islam tidak sempit, tidak saja terbatas pada pendidikan duniawi semata mata , tetapi rasulullah sendiri mengasung setiap individu dari uma islam supaya bekerja untuk agama dan dunia sekaligus Berkata : “ Bekerjalah untuk dunia mu seakan akan engkau akan hidup selama lamanya dan bekerja lah untuk akherat mau seakan akan engkau akan mati esok “

Sebagai pendidikan islam yang bersumber dari Al-Qur’an memperhatikan segi segi agama , moral dan kewajiban dalam pendidikan dan pengajarannya dan juga tidak meremehkan segi segi kemampuannya, dan juga perlu dipahami bahwa pendidikan Islam tidak seluruhnya bersifat keagamaan, akhlak dan kehormatan semata mata tetapi ketiga hal inilah yang lebih dipentingkan dibandingkan dengan segi segi  kemampuan lainnya .Dasar pendidikan islam tidaklah kebendaan tau pokok dalam pendidikan.

Menurut pendapat Al Faribi, Ibnu Sina , Ikhwa As- Safa kesempurnaan manusia itu tidak akan tercapai kecuali dengan menyeraskan antara agama dan ilmu “ Agama tanpa ilmu pengetahuan lemah, Ilmu pengetahuan tanpa agama Buta”

“ MARILAH KITA UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN DISEGALA BIDANG KEILMUAN DENGA TIDAK MELUPAKAN AGAMA “

“ JADIKAN LAH AL QUR’AN SEBAGAI SUMBER PENDIDIKAN / PEMBELAJARAN DALAM KEHIDUPAN.
Bambang Iswanto/red.(Sumber :PELITA KARAWANG

Minggu, 19 Juni 2011

YPI Ikhwanul Muslimin Menggelar IMTIHAN

Tempuran,PENGEMBANGAN&PROP-. Yayasan Pendidikan Islam Ikhwanul Muslimin, sejak tahun 1996 telah berkiprah di dunia pendidikan, terutama pendidikan Islam. Hingga kini telah memiliki siswa lebih dari 400 orang, terdiri dari siswa MTs,MDA, dan TKA.

Ketua YPI Ikhwanul Muslimin,Kasim Suriadinata,S.Pd menjelaskan , tujuan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan ini adalah ; setelah merasakan kekhawatiran keadaan generasi muda sekarang dalam hal ahlaq budi pekerti yang cukup merisaukan.Diperkirakan keadaan seperti ini akibat kurangnya aplikasi pendidikan nilai-nilai di lembaga-lembaga pendidikan umum. Diyakini pula bahwa pendidikan Islam yang diterapkan secara sistematis, dapat mengatasi kekhawatiran itu. Hal lain yang mendasari pikiran pendirian lembaga-lembaga pendidikan islam itu, untuk membantu masyarakat luas terutama masyarakat sekitar,yang tidak memiliki kemampuan materi untuk menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah-sekolah yang ada (SMP,MTs) yang jaraknya cukup jauh sehingga memerlukan ongkos perjalanan.
Lokasi lembaga pendidikan YPI Ikhwanul Muslimin terletak di perkampungan, yaitu di dusun Pondokbales Desa Lemahsubur Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang.

MTs Ikhwanul Muslimin.
Dengan bergulirnya BOS, saat ini MTs Ihwanul Muslimin menjadi madrasah yang menerima BOS, sehingga siswa yang belajar di madrasah tersebut, gratis. Disamping itu, dari 16 orang guru sudah ada 6 orang guru yang sudah bersertifikasi. Sisanya sedang diajukan melalui Departemen Agama Kabupaten Karawang.Demikian diungkapkan oleh Kepala MTs, Ahmad,SE.

Imtihan
Tiap tahun lembaga ini menyelenggarakan acara imtihan yang meriah. Tahun ini, diselenggarakan dua hari yaitu Sabtu-Minggu tanggal 18-19 Juni 2011, dengan menampilkan berbagai kreasi siswa ,pawai yang diiringi drum band keliling kampung, dan malam harinya dimeriahkan pula oleh panggung hiburan siswa yang didukung oleh alumni-alumni.(KS/RED). 

Sabtu, 18 Juni 2011

DKI Jakarta Juara Umum STQ Nasional 2011

Banjarmasin-PENGEMBANGAN & PRO-.Kafilah DKI Jakarta akhirnya berhasil meraih juara umum Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional 2011 yang berlangsung di Banjarmasin 4-11 Juni 2011. DKI meraih nilai 32 mengungguli saingan utama tuan rumah Kalimantan Selatan yang hanya meraih 22. Pada urutan ketiga ditempati Banten dengan nilai 21, selanjutnya Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Papua Barat, dan Jawa Barat.

Ketua Dewan Hakim Prof Dr HM Roem Rowi, MA mengumumkan hasil seleksi musabaqah tersebut secara keseluruhan pada acara penutupan STQ Nasional ke-21 di panggung utama Kompleks Masjid Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (10/6) malam. STQN yang dibuka oleh Menteri Agama H Suryadharma Ali itu, semalam ditutup secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin.

Pada penutupan ditampilkan kesenian khas Kalsel, diantaranya sinoman hadrah dan nyanian bernuansa Islami yang dilantunkan oleh Sulis. Ada tiga cabang yang dilombakan dalam STQN tersebut, yakni Cabang tilawah, tahfizh, dan tafsir. Cabang tilawah melombakan golongan dewasa (putra dan putri) dan golongan anak-anak (putra dan putri); cabang tahfizh melombakan golongan 1 juz dan tilawah (putra dan putri), golongan 5 juz dan tilawah (putra dan putri), golongan 10 juz (putra dan putri), golongan 20 juz (putra dan putri), dan golongan 30 juz (putra dan putri); cabang tafsir golongan bahasa Arab (putra dan putrid).

Menurut Roem Rowi, kafilah DKI Jakarta menyabet empat medali emas dan empat perak, sedangkan tuan rumah Kalsel berada di urutan kedua dengan menggondol tiga medali emas, dua perak, dan satu perunggu, disusul Banten dengan empat emas dan satu perunggu.

Qari terbaik golongan dewasa putra, juara I, II dan III adalah: HM Yusuf S.Sos.I (Kalsel), H Sabaruddin (NTB), dan Jakpar (Sumut); golongan dewasa putri juara I, II, dan III adalah Hj Noor Khalidah S.Sos.I (Kalsel), Hj Marhamah (DKI Jakarta), dan Hj Farida Sag (Jabar); qari golongan Anak-anak putra juara I, II, dan III adalah: Ahmad Fikri Haikal (DKI Jakarta), Mugammad Anies (Kalsel), dan Rizki Maulana (Jambi); qariah anak-anak juara I, II, dan III adalah: Dina Andriani (Kalsel), Jurika Putri (Jambi), dan Anisa Febrika (Kepulauan Riau).

Hafizh terbaik golongan 1 juz dan tilawah, juara I, II dan III adalah Bilal Fairuz Karami (Banten), Rian Fikri (DKI Jakarta), dan Nanang Fiki Kusuma (Jawa Timur). Golongan 1 juz dan tilawah (putri) juara I, II, dan III adalah: Mawarddah (Kalsel), Anggi Putri Suhadi (Sumut), dan Siti Humaerah Ade Rahmad (Bangka Belitung). Golongan 5 juz dan tilawah (putra) juara I, II, dan III adalah: Fadlan Ashari Rais (DKI Jakarta), Akhmad Fauzan, HM (Kalsel), dan Muhammad Mansur (Banten). Golongan 5 juz dan tilawah (putri) adalah: Mahmudah (DKI Jakarta), Siti Khadijah (Papua Barat), dan Hj Iiis Latifah (Jabar). Golongan 10 juz (putra) juara I, II, dan III adalah: Muhajir (DKI Jakarta), Fahrurrozi (Bengkulu), dan Arif Rahman Abidin (Jawa Timur). Golongan 10 Juz (putri) juara I, II, dan III adalah: Durrotul Muqoffa (Jateng), Nashriah M (Sulawesi Barat), dan Suhelmi Sumantika (Kalimantan Barat). Golongan 20 juz (putra) juara I, II dan III adalah: Ulul Amri (Maluku), Moh Salim Ghazali (Banten), A Rifki (Riau) dan Muh Syahrul Habib (Sulawesi Barat), dan Turhamun (Kupulauan Riau). Golongan 20 juz (putri) juara I, II dan III adalah: Ipah Apipah (Banten), Mansyuroh (Jabar), dan Siti Nur Amiroh (Bengkulu). Golongan 30 juz (putra) juara I, II, dan III adalah: H Ayatullah (Banten), Muhammad Al Fath Hibatul Wafi (DKI Jakarta), M Nazri (Sumatera Utara). Golongan 30 juz (putri) juara I, II, dan III adalah: Yuli Munawaroh (Jawa Tengah), Umi Khairiyah (Kepulauan Riau), Nurul Azizah (Jawa Barat).

Untuk cabang Tafsir Al Quran golongan bahasa Arab (putra) juara I, II, dan III adalah: Supyan Muttaqin (Kepulauan Riau), Asep Ismail Ahmad (DKI Jakarta), dan Khairul Anwar (Papua Barat). Mufasiroh juara I, II, dan III adalah: Faridah Fransiska (Kepulauan Riau), Neneng Juju (Papua Barat), dan Ummul Husna (Kalimantan Selatan).


Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi DKI Jakarta H Marullah mengatakan, keberhasilan kafilah DKI Jakarta meraih juara umum ini merupakan karunia Allah SWT. "Kami memang sudah mempersiapkan qari-qariah terbaik yang ditampilkan pada STQ Nasional di Banjarmasin ini. Alhamdulillah para qori dan qariah kita menampilkan yang terbaik." (dik)SUMBER

PROGRAM 1000 BLOG GRATIS SUKSES"PROGRAM INTERNET SEHAT"

PENGEMBANGAN &PRO-.Memang program ini  di rilis oleh  PELITA KARAWANG dengan tidak diumumkan secara luas karena keterbatasan waktu tapi bersifat umum artinya program 1000 Blog gratisan diperuntukan khusus bagi para pelanggan  tetap pembaca Majalah Berita Bulan PELITA KARWANG ON LINE dan mereka yang bertelepon ke redaksi dari manapun dengan catatan pemohon yang akan mendapatkan blog gratis dari kami sudah memliiki modem sendiri atau alat yang dibutuhkan untuk pembuatan blog gratisan,demikian keterangan awal yang disampaikan Yohanes Lee,Ketua  pelaksana program Blog gratisan dari PELITA KARAWANG untuk pembaca.

DEWAN PEMBINA I PELITA KARAWANG
PEMBINA PELITAKARAWANG.COM
Lebih lanjut Yohanes jelaskan,program ini di adakan banyak jadi dasar pertimbangan dan harapan,tahun 2011 adalah tahun internetan yang mencerdaskan misalnya di birokrasi pendidikan,maka upaya PELITA KARAWANG guna menunjang hal tersebut kami membuat PROGRAM BLOG GRATISAN dengan membuatkan blog tanpa embel-embel(tidak ada unsur bisnis) alias gratisan.harapannya,dengan di bantunya para pelanggan membuat blog bisa memperat tali silahturahmi,lancarnya atau pesatnya internet di dunia pendidikan dan utama para pelanggan kami bisa gemar internet sehat.

Pogram ini,imbunya.Berkaitan dengan salah satu program jangka panjang PELITA KARAWANG yang direncanakan yaitu Masyarakat Karawang berteknologi dengan mengenal dunia internet dan menjadikannya internet sebagai sarana informasi dan komunikasi sehari-hari,pungkas dari Yohanes  yang juga Wapimred PELITA KARWANG.

Di tempat yang sama,J.Kusumah Eka Saputra Pimred PELITA KARWANG mengatakan,program blog sudah berjalan 3 bulan  berlalu dan Alhamdulilah,program target 1000 blog segera tercapai namun di sisi lain dari akibat tersosialisasinya program oleh pelanggan Majalah PELITA KARAWANG atau pembaca On Line sendiri yang sudah terbuatkan blognya,jadi saat ini banyak yang memohon bantuan pembuatan blog gratisan ke redaksi "baca :jadi lebih 1000 blog".

Lalu terang Kusumah,program ini belum berarti apa-apa bila di bandingan-bandingkankan misal dengan jasa-jasa para rekan guru ke anak bangsa selama ini,kita pun bisa berdiri dan berkarya serta mengkaryakan diri seperti sekarang adalah bagian dari jasa mereka,para guru kita yang dulu memberikan ilmunya kepada kita dengan tulus ikhlas lalu kita menerimanya saat bersekolah.program grtaisan ini tidak terbatas birokrasi tertentu di Karawang sejujurnya,banyak tersebar di luar Jawa Barat yaitu mereka penikmat internet sehat PELITA KARAWANG yang terbuka minta dibuatkan blog ke kami ,karena cukup mengirimkan apa mau nama blognya,alamat email atau alamat blog dari pemohon maka kami dengan serta-merta pula akan membuatkannya dengan cuma-cuma. 

Sambungnya,Dengan dijalankannya program ini dengan sendirinya pembaca khususnya untuk MEDIA ON LINE PELITA KARAWANG jadi membludak perwaktu dan di akses terus dari berbagai penjuru dunia.Sebenarnya terang dia lagi,ada dua instansi secara khusus di pemerintahan Karawang yang dibantu membuat blog untuk kantor-kantronya di daerah dan kami sepakat pula,tidak ada mengikat janji untuk membayar kami saat mengerjakannya.tahap pembuatan blog-blog dinas tersebut juga mengacu pada program internet sehat yang di gulirkan pemerintah,program 1000 blog hanya awal dari sekian banyak program PELITA KARAWANG demi kemajuan masyarakat Karawang secara khusus dan umumnya pembaca On Line PELITA KARAWANG dimanapun berada,tinggal tungggu saja nanti oleh para pelanggan atau pembaca On Line PELITA KARWANG,Insya Allah semua program yang ada di kami akan jalankan sesuai jadwal-jadwalnya,pungkas Kusumah./AM.SUMBER BERITA