BANGRIER & PROPESI PGRI KABUPATEN KARAWANG

Sabtu, 18 Juni 2011

PROGRAM 1000 BLOG GRATIS SUKSES"PROGRAM INTERNET SEHAT"

PENGEMBANGAN &PRO-.Memang program ini  di rilis oleh  PELITA KARAWANG dengan tidak diumumkan secara luas karena keterbatasan waktu tapi bersifat umum artinya program 1000 Blog gratisan diperuntukan khusus bagi para pelanggan  tetap pembaca Majalah Berita Bulan PELITA KARWANG ON LINE dan mereka yang bertelepon ke redaksi dari manapun dengan catatan pemohon yang akan mendapatkan blog gratis dari kami sudah memliiki modem sendiri atau alat yang dibutuhkan untuk pembuatan blog gratisan,demikian keterangan awal yang disampaikan Yohanes Lee,Ketua  pelaksana program Blog gratisan dari PELITA KARAWANG untuk pembaca.

DEWAN PEMBINA I PELITA KARAWANG
PEMBINA PELITAKARAWANG.COM
Lebih lanjut Yohanes jelaskan,program ini di adakan banyak jadi dasar pertimbangan dan harapan,tahun 2011 adalah tahun internetan yang mencerdaskan misalnya di birokrasi pendidikan,maka upaya PELITA KARAWANG guna menunjang hal tersebut kami membuat PROGRAM BLOG GRATISAN dengan membuatkan blog tanpa embel-embel(tidak ada unsur bisnis) alias gratisan.harapannya,dengan di bantunya para pelanggan membuat blog bisa memperat tali silahturahmi,lancarnya atau pesatnya internet di dunia pendidikan dan utama para pelanggan kami bisa gemar internet sehat.

Pogram ini,imbunya.Berkaitan dengan salah satu program jangka panjang PELITA KARAWANG yang direncanakan yaitu Masyarakat Karawang berteknologi dengan mengenal dunia internet dan menjadikannya internet sebagai sarana informasi dan komunikasi sehari-hari,pungkas dari Yohanes  yang juga Wapimred PELITA KARWANG.

Di tempat yang sama,J.Kusumah Eka Saputra Pimred PELITA KARWANG mengatakan,program blog sudah berjalan 3 bulan  berlalu dan Alhamdulilah,program target 1000 blog segera tercapai namun di sisi lain dari akibat tersosialisasinya program oleh pelanggan Majalah PELITA KARAWANG atau pembaca On Line sendiri yang sudah terbuatkan blognya,jadi saat ini banyak yang memohon bantuan pembuatan blog gratisan ke redaksi "baca :jadi lebih 1000 blog".

Lalu terang Kusumah,program ini belum berarti apa-apa bila di bandingan-bandingkankan misal dengan jasa-jasa para rekan guru ke anak bangsa selama ini,kita pun bisa berdiri dan berkarya serta mengkaryakan diri seperti sekarang adalah bagian dari jasa mereka,para guru kita yang dulu memberikan ilmunya kepada kita dengan tulus ikhlas lalu kita menerimanya saat bersekolah.program grtaisan ini tidak terbatas birokrasi tertentu di Karawang sejujurnya,banyak tersebar di luar Jawa Barat yaitu mereka penikmat internet sehat PELITA KARAWANG yang terbuka minta dibuatkan blog ke kami ,karena cukup mengirimkan apa mau nama blognya,alamat email atau alamat blog dari pemohon maka kami dengan serta-merta pula akan membuatkannya dengan cuma-cuma. 

Sambungnya,Dengan dijalankannya program ini dengan sendirinya pembaca khususnya untuk MEDIA ON LINE PELITA KARAWANG jadi membludak perwaktu dan di akses terus dari berbagai penjuru dunia.Sebenarnya terang dia lagi,ada dua instansi secara khusus di pemerintahan Karawang yang dibantu membuat blog untuk kantor-kantronya di daerah dan kami sepakat pula,tidak ada mengikat janji untuk membayar kami saat mengerjakannya.tahap pembuatan blog-blog dinas tersebut juga mengacu pada program internet sehat yang di gulirkan pemerintah,program 1000 blog hanya awal dari sekian banyak program PELITA KARAWANG demi kemajuan masyarakat Karawang secara khusus dan umumnya pembaca On Line PELITA KARAWANG dimanapun berada,tinggal tungggu saja nanti oleh para pelanggan atau pembaca On Line PELITA KARWANG,Insya Allah semua program yang ada di kami akan jalankan sesuai jadwal-jadwalnya,pungkas Kusumah./AM.SUMBER BERITA

Jumat, 17 Juni 2011

Karya Robot Mahasiswa Diharapkan Bermanfaat Bagi Industri

PENGEMBANGAN&PRO-.Jakarta--.Kementerian Pendidikan Nasional kembali menyelenggarakan Kontes Robot Nasional (KRN). Kontes Robot Nasional 2011 berlangsung di Graha Sabha Pramana Universitas Gajah Mada (GSP UGM), Yogyakarta, pada 11-12 Juni. Kontes kali ini diikuti 101 tim dari 51 perguruan tinggi negeri dan swasta.

Kompetisi ini mempertandingkan tiga kategori, yakni Kontes Robot Indonesia (KRI), Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI), dan Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI). Ketua Panitia KRN 2011 Arif Wibisono mengatakan, kontes ini kompetisi antarpemenang kontes robot di tingkat regional.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso membuka Kontes Robot Nasional 2011  dalam sambutan pembukaan acara ini selaku wakil Mendiknas Mohammad Nuh, mengatakan, Kemdiknas mendukung penuh perkembangan tim robot Indonesia. Baik dari segi pendanaan maupun dengan mengadakan kontes robot tingkat regional, maupun nasional, dan mengirim juara tingkat nasional ke tingkat dunia. Djoko berharap, robot karya mahasiswa bukan hanya berhenti sebagai karya kejuaraan saja, tetapi juga bermanfaat di dunia industri dan ekonomi.

Di tengah pelaksanaan kontes, Menteri Nuh menyempatkan diri melihat langsung KRN pada hari kedua. Menurut dia, even ini akan menumbuhkan kreativitas, sportivitas, dan membangun kebersamaan, untuk saling mengenal mahasiswa sesama pecinta robot dari berbagai kampus di Indonesia. "Nantinya yang menang dalam kontes robot ini, akan mewakili Indonesia di kancah lomba robot internasional," ujarnya.

Para pemenang lomba Kontes Robot Nasional 2011 adalah Untuk kategori KRI; Juara I diraih Tim Barelang 5.1 Politeknik Negeri Batam, juara II diraih Tim P-Next (Politeknik Negeri Surabaya), dan juara III diraih Tim Harm-Vy (ITS Surabaya).
Sementara kategori KRCI Beroda, juara I diraih Tim Hamazar (Institut Teknologi Telkom Bandung), juara II Tim R2C- Deus Vult (Universitas Kristen Satyawacana Salatiga), dan juara III Tim Warfire (UGM).

Sedangkan untuk kategori KRCI berkaki, juara I diraih Tim Aqabah (Institut Teknologi Bandung), diikuti Tim Barelang 2.1 (Politeknik Negeri Batam), dan Tim Revecto (Universitas IndonesiaI).

Untuk kategori KRCI Battle, juara I adalah Tim E-1205 (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya), juara II Tim Barelang 4.1 (Politeknik Negeri Batam), dan juara III Tim R2C-R7 (Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga).

Terakhir, untuk kategori KRSI, juara I diraih Tim Pandji Asmorobangun (UI), juara II Satria 177 (Institut Teknologi Telkom Bandung), dan juara III Be-Mask 2 (STMIK Teknokrat Telkom Bandar Lampung). (lian/tim pih).SUMBER

Kemdiknas Perketat Pengawasan Rekening di PTN

ILUUTRASI
PENGEMBANGAN & PRO-.Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Herry Suhardiyanto mengakui beberapa waktu lalu IPB punya sejumlah rekening yang tidak terdaftar atau tidak diketahui oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Namun, katanya, saat ini sudah tidak ada lagi rekening liar di IPB.

“IPB sudah bersih dan tidak ada rekening liar. Dulu beberapa waktu lalu memang sempat ada, tetapu sudah ditutup semua. Saat ini di IPB, rekening semuanya dibukakan oleh rektor,” ungkap Herry kepada JPNN di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Jumat (17/6) sore.

 Herry menjelaskan, saat ini di setiap masing-masing jurusan di IPB sudah diberikan rekening masing-masing. Sehingga, jika ada kepentingan untuk melakukan kerjasama dengan pihak ketiga, yakni perusahaan ataupun pemerintah daerah, dapat langsung ditransfer ke rekening jurusan namun tetap harus melalui rekening pusat / rektor.

“Transfer dana dari pihak luar tetap harus melalui rekening rektor yang kemudian nanti dialokasikan otomatis kepada rekening-rekening masing-masing jurusan yang terkait. Jadi rekening rektor cq jurusan tersebut,” jelas Herry.
Dengan dibukakannya rekening di masing-masing jurusan tersebut, menurutnya, lebih memudahkan kinerja dan laporan keuangan di akhir tahun ajaran. Bahkan, tidak perlu setiap tahun melakukan permohonan pembukaan rekening. Menurutnya, semuanya  saat ini sudah lebih jelas aliran danannya dan penggunannya.

Herry menyebutkan, setiap satu jurusan memiliki satu rekening.  “Biasanya, selain dana kerjasama, dana yang masuk di dalam rekening di masing-masing jurusan adalah dana  rencana perkualiahan dan praktikum. Jadi jurusan itu tetap bisa belanja sendiri,” ujarnya.

Sementara, Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdiknas, Djoko Santoso menerangkan, pihaknya sampai sekarang ini terus mengingatkankepada masing-masing PTN di Indonesia yang berjumlah 88 perguruan tinggi untuk melaporkan seluruh rekening, baik yang sudah ada maupun dalam proses pengajuan pembukaan rekening baru. Dikatakan, hal ini bertujuan untuk tertib administrasi, sehingga tidak ada temuan rekening liar pada saat proses aduit BPK.

“Saat ini, saya tidak tahu pasti jumlah rekening PTN yang sudah terdaftar dan yang belum. Tetapi, kita selalu mengingatkan terus, supaya semuanya itu lebih jelas dan dilaporkan agar semua rekening itu tedaftar sesuai dengan ketentuan dan harus diketahui semua oleh Kemenkeu,” terang Djoko.S.SUMBER